MANAJEMEN
DAN MANAJER
Secara
umum ”manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan
dan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya.Seperti halnya manajemen dapat
diketemukan disemua organisasi manusia, manajer ada dalam semua tipe
organisasi.Ada banyak tipe manajer dengan tugas – tugas dan tanggung jawab yang
berbeda-beda.
Manajer
dapat diklasifikasikan dengan 2 cara yaitu:
1.
Menurut tingkatan mereka dalam organisasi
rendah,menengah, dan tinggi.
2.
Menurut kegiatan – kegiatan
organisasi untuk mana mereka bertanggung jawab manajer umum dan fungsional.
TINGKATAN
MANAJEMEN
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer
menjadi 3 golongan yang berbeda:
1)
Manajer Lini – pertama
Manajer Lini – pertama
adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin
dan mengawasi tenaga-tenaga operasional.Para manajer sering disebut kepala atau
pemimpin (leader), mandor (foremen),
penyelia (supervisors).
2) Manajer
Menengah
Manajer Menengah adalah
manajemen yang dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi.Para
manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer
lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.Sebutan lain bagi para
manajer menengah adalah manajer departemen, kepala pengawas (superintendents),
dan sebagainya.
3) Manajer
Puncak
Manajer Puncak adalah tingkatan
manajemen yang paling tinggi.Dimana klasifikasinya manajer tertinggi ini
terdiri dari sekelompok kecil eksklusif.Manajemen puncak bertanggung jawab atas
keseluruhan manajemen organisasi.Sebutan khas bagi para manajer puncak adalah
direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior, dan sebagainya.
Tingkatan-tingkatan
manajemen dalam suatu organisasi dapat digambarkan berikut ini,
Sebutan-sebutan
Presiden,
direktur, wakil direktur,
Sekretaris
perusahaan,kepala
Manajer-manajer
Kepala
departemen,manajer
Sebagainya.
Manajer Umum
Karyawan
Operasional
Tenaga
penjualan, pembukuan,
Operasional,
dan karyawan
lainnya
Perbedaan tingkatan manajemen akan
membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan.Ada 2 fungsi utama
manajemen,yaitu:
·
Manajemen administratif
Manajemen
administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian perencanaan,
penyusunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi
untuk mencapai tujuan.
·
Manajemen operatif
Manajemen
operatif lebih mencakup kegiatan memotivasi, supervise, dan komunikasi dengan
karyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasil-hasil secara efektif.
Pada
tingkatan manajemen rendah, para manajer akan
banyak melaksanakan fungsi manajemen operatif.Semakin tinggi
tingkatannya, mereka menjadi lebih terlibat dengan manajemen administratif.
Tentu
saja tidak ada posisi manajemen yang hanya melaksanakan salah satu, operatif
atau administratif; semua tingkatan mempunyai kedua unsure tersebut.Gambar
berikut menunjukkan perbedaan antara kedua tipe manajemen tersebut.

|
Manajer Puncak
Manajer
Menengah
Manajer
Lini-pertama
Perbedaan
Manajer Administratif dan Operasi dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen
MANAJER-MANAJER FUNGSIONAL DAN
UMUM
Atas
dasar ruang lingkup yang dikelola, para manajer dapat pula diklasifikasikan
sebagai manajer fungsional atau manajer umum.
I.
Manajer fungsional
Manajer fungsional adalah
manajer yang hanya mempunyai tanggung jawab hanya untuk satu kegiatan
organisasi.Seperti produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaia (personalia), atau
akuntansi.Kegiatan-kegiatan dari fungsi-fungsi lainnya ada dibawah tanggung
jawab manajer-manajer fungsional lainnya.
II.
Manajer umum
Manajer umum adalah
manajer yang bertugas pada manajemen yang lebih tinggi.Dimana manajer umum
dertanggung jawab untuk mengawasi, mengatur, dan juga bertanggung jawab atas
satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa
kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja.
|
Manajer Umum
|
|
|
|
|
Hubungan
antara manajer fungsional dan umum
FUNGSI-FUNGSI
YANG DILAKSANAKAN MANAJER
Manajemen dapat berarti pencapaian tujuan melalui pelaksanaan
fungsi-fungsi tertentu, tetapi dalam hal ini belum ada persamaan pendapat dari
para ahli manajemen tentang apa fungsi-fungsi itu.Salah satu klasifikasi yang
paling awal dari fungsi-fungsi manajerial dibuat oleh Henry Fayol, yang
manyatakan bahwa perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pemberian
perintah dan pengawasan adalah fungsi-fungsi utama.
BAGAN
Dapat disimpulkan bahwa terdapat
persamaan yang tercermin pada fungsi-fungsi planning, organizing, dan
controlling.Sedangkan fungsi-fungsi lainnya merupakan cara penyebutan yang
berbada tetapi mengandung isi yang sama, dimana pada dasarnya adalah fungsi
staffing, directing atau leading.
Dalam hal ini akan dibahas secara terperinci 5 fungsi menurut
penulis paling penting yaitu planning, organizing, staffing, leading, dan
controlling kegiatan-kegiatan organisasi.
PERENCANAAN
Rencana-rencana dibutuhkan untuk
memberikan kepada organisasi tujuan-tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik
untuk pencapaian tujuan-tujuan tersebut.Disamping itu, rencana memungkinkan :
1.
Organisasi bisa memperoleh dan
mengikat sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan.
2.
Para anggota organisasi untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang konsisten dengan berbagai tujuan dan
prosedur terpilih, dan
3.
Kemajuan dapat terus dimonitor
dan diukur, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat kemajuan
tidak memuaskan.
Perencanaan (planning) adalah
-
Pemilihan atau pencapaian tujuan-tujuan
organisasi
-
Penentuan strategi,
kebijaksanaan, proyek, program, metoda, system, anggaran dan standar yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan.Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam
fungsi ini.
Dimulai dari karya Frederick W Taylor pada
akhir tahuan 1800-an, ada kecenderungan untuk mengalihkan fungsi perencanaan
dari karyawan operasi ke para manajer.Walaupun perencanaan tidak sepenuhnya
oleh kegiatan-kegiatan karyawan, hal ini merupakan suatu bagian yang terpadu
(integral) dari jabatan manajer.Pada dasarnya perencanaan kreatif merupakan
pekerjaan penentuan faktor-faktor, kekuatan, pengaruh, dan hubungan-hubungan
dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.Semua fungsi lainnya sangat
tergantung pada fungsi ini, dimana fungsi lain tidak akan berhasil tanpa
perencanaan dan pembuatan keputusan yang tepat, cermat, dan kontinyu.Tapi
sebaliknya perencanaan yang baik tergantung pelaksanaan efektif fungsi-fungsi
lain.
PENGORGANISASIAN
Setelah para manajer menetapkan
tujuan-tujuan dan menyusun rencana atau program-program untuk mencapainya, maka
mereka perlu merancang dan mengembangkan suatu organisasi yang akan dapat
melaksanakan berbagai program tersebut secara sukses.
pengorganisasian (organizing) adalah
-
penentuan sumber daya-sumber daya
dan kegiatan-kegian yang di butuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
-
Perencangan dan pengembangan
suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat “membawa” hal-hal tersebut
ke arah tujuan.
-
Penugasan tanggung jawab tertentu
dan kemudian.
-
Pendelegasian wewenang yang di
perlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya.Fungsi ini
menciptakan struktur formal diman pekerjaan ditetapkan, dibagi dan
dikoordinasikan.
Manajer perlu mempunyai kemampuan untuk mengembangkan (dan
kemudian memimpin) tipe organisasi yang sesuai dengan tujuan, rencana dan
program yang telah ditetapkan.Perbedaan tujuan akan membutuhkan jenis
organisasi yang berbeda pula.
PENYUSUNAN
PERSONALIA
Penyusunan personalia (staffing) adalah
penarikan (recruitment), latihan dan pengembangan, serta penempatan dan
pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan
produktif.Dalam pelaksanaan fungsi ini, manajemen menentukan
persyaratan-persyaratan mental, fisik, dan emosional untuk posisi-posisi
jabatan yang ada melalui analisa jabatan, deskripsi jabatan dan spesifikasi
jabatan dan kemudian menarik karyawan yang di perlukan dengan
karakteristik-karakteristik dengan personalia tertentu, seperti keahlian,
pendidikan, umur, latihan, dan pengalaman.fungsi ini mencakup kegiatan-kegiatan
seperti pembuatan system penggajaian untuk pelaksanaan kerja yang
efektif;penilaian karyawan untuk promosi, transfer atau bahkan demosi dan
pemecatan; serta latihan dan pengembangan karyawan.
Beberapa
literatur manajemen memasukkan fungsi staffing sebagai fungsi organizing. Ada
juga yang menempatkan staffing sebagai hal yang terpisah dari fungsi manejemen
dan memperlakukannya sebagai fungsi kepemimpinan (leadership). Fungsi staffing
terpisah sebagai salah satu fungsi manajemen,karena penulis memandang bahwa
perkembangan dunia bisnis (dimana sumber daya manusia merupakan kunci sukses
perusahaan) menyebabkan fungsi tersebut menjadi semakin penting.Tetapi
selanjutnya, fungsi ini ditempatkan pada satu bagian dengan fungsi
pengorganisasian untuk menekankan bahwa sebenarnya jedua fungsi tersebut,
saling berkaitan erat antara pengorganisasian merancang “wadahnya” dan
fungsinya staffing memberikan “isinya”.
PENGARAHAN
Sesudah rencana dibuat, organisasi
dibentuk dan disusun personalianya, langkah berikutnya adalah penugasan
karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan.Fungsi pengarahan
(leading), secara sederhana, adalah untuk membuat atau mendapatkan para
karyawan melakukan apa yang diinginkan, dan harus mereka lakukan.Fungsi ini
melibatkan kualitas, gaya, dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan-kegiatan kepemimpinan
serta komunikasi, motivasi, dan disiplin. Fungsi leading sering di sebut
dengan bermacam-macam nama, antara lain
leading, directing, motivating, actuating atau lainnya.
Bila fungsi perencanaan dan
pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak prose manajemen,
kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi .
PENGAWASAN
Semua fungsi terdahulu tidak akan
efektif tanpa fungsi pengawasan (controlling), atau sekarang banyak digunakan
istilah pengendalian.Pengawasan (controlling) adalah penemuan dan penerapan
cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai
dengan yang telah ditetapkan.Hal ini dapat positif dan negatif. Pengawasan mencoba
untuk mengetahui apakah tujuan organisasi positifdicapai dengan efisien dan
efektif.Pengawasan negative mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak
diinginkan atau dibutuhkan tidak terjadi atau terjadi kembali.
Fungsi
pengawasan pada dasarnya mencakup 4 unsur, yaitu :
1)
Penetapan standar pelaksanaan.
2) Penentuan
ukuran-ukuran pelaksanaan.
3) Pengukuran
pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan.
4) Pengambilan
tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar.
Hubungan
diantara fungsi-fungsi manajemen
|
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
|
|
|
![]() |
![]() |
Hubungan
antara fungsi-fungsi manajemen dan tipe-tipe manajemen menurut fungsi-fungsi
organisasi
BAGAN
Semua
fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan
dimana saja kelompok-kelompok diorganisasikan, walaupun ada perbedaan tekanan
untuk tipe organisasi, jabatan-jabatan fungsional, dan tingkatan manajemen yang
berbeda.Satu atau lebih fungsi mungkin lebih ditekankan daripada fungsi-fungsi
lain dengan adanya perbedaan tingkatan manajemen.
KEGIATAN-KEGIATAN
MANAJER
Yang dikerjakan manajer adalah membuat
rencana, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi kegiatan-kegiatan
organisasi.Dan fungsi-fungsi ini dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang
saling tergantung, saling berinteraksi dan saling berhubungan, dari penetapan
tujuan sampai pengawasan.
Pendekatan
kegiatan
Dalam praktek manajemen, sering dijumpai
para manajer professional mengalami kesulitan untuk memahami hubungan antara
apa yang disebut fungsi-fungsi manajerial dengan yang senyatanya mereka
kerjakan.Disamping itu, manajer-manajer sering menyatakan bahwa mereka
mempergunakan sebagian besar waktunya untuk menghadiri rapat, bicara dengan
telepon, menulis atau membaca memo-memo, menemui tamu, dan
sebagainya.Kegiatan-kegiatan tersebut, bukanlah fungsi-fungsi manajerial tetapi
merupakan sarana-sarana (means) melalui mana fungsi-fungsi manajerial
dilaksanakan. Pendekatan fungsional memberikan cara yang paling logic untuk
membahas manajemen, tetapi tidak cukup membantu dalam pembahasan apa yang
sebenarnya dilakukan oleh manajer.Oleh sebab itu, pendekatan kegiatan akan
sangat membantu mengembangkan pengajaran dan praktek manajemen. Banyak studi
yang telah dilakukan untuk meneliti apa yang sesungguhnya dikerjakan para manajer
dan bagaimana mereka menggunakan waktunya.
Apa
yang Dilakukan Manajer
Manajemen adalah perencana,
pengorganisasian, pemimpin atau pengarah, dan pengawas.Dalm kenyataannya,
setiap manajer mengambil peranan yang lebih luas untuk menggerakkan organisasi
menuju sasaran- sasaran yang telah ditetapkan.Agar konsep tentang manajer
menjadi lebih jelas, berikut ini akan dijelaskan secara terperinci apa
tugas-tugas penting yang dilaksanakan manajer :
1. Manajer bekerja dengan dan
melalui orang lain.
Istilah “orang” mencakup
tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam
organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar
organisasi langganan, penyedia, konsumen, pengurus serikat karyawan, pejabat
dan karyawan-karyawan kantor pemerintah, dan sebagainya.
2. Manajer memadukan dan
menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan
prioritas-prioritas.
Setiap manjer akan
menghadapi sejumlah tujuan, masalah, dan kebutuhan organisasional yang semua
ini bersaing untuk memperebutkan sumber daya- sumber daya organisasi (manusia,
material, atau bahkan wwaktu manajer).Karena berbagai sumber daya tersebut
sellalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan di antara berbagai tujuan
dan kbutuhan organisasional.
3. Manajer bertanggung jawab dan
mempertanggungjawabkan.
Para manajer ditugaskan
untuk mengelola pekerjaan- pekerjaan tertentu secara sukses.Mereka biasanya
dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus
diselesaikan.Manajer juga bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan para
bawahannya adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.
4. Manajer harus berpikir secara
analitis dan konseptual.
Untuk menjadi pemikir yang
analitis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah
menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen
tersebut.Kemudian mencari penyelesaian yang layak dan akurat.Dan yang paling
penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual yang mampu memandang
keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.
5. Manajer adalah seorang mediator.
Organisasi yang terdiri
dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling
bertentangan.Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka
bisa menurunkan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana
kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan
organisasi.Kejadian-kejadian ini menuntut peranan manajer sebagai mediator
(penengah).
6. Manajer adalah seorang politisi.
Seperti yang dilakukan
politisi dalam mengkampanyekan program-programnya, manajer harus mengembangkan
hubungan-hubungan baik untuk mendapatkan dukungan-dukungan atas kegiatan-
kegiatan atau usulan- usulan atau keputusan- keputusannya. Setiap manajer yang
efektif “memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerja sama timbal
balik dengan para manajer lain dalam organisasi.
7. Manajer adalah seorang diplomat.
Manajer mungkin harus
berperan sebagai wakil (repesentatif) resmi kelompok kerjanya pada
pertemuan-pertemuan organisasional.manajer juga mungkiin mewakili organisasi
dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat pemerintah, atau
personalia organisasi lainnya.
8. Manajer mengambil
kputusan-keputusan yang sulit
Organisasi selalu
menghadapi banyak masalah, misalnya kesulitan financial, masalah personalia,
dan sebagainya. Manajer adalah orang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan
berbagai masalah sulit dan mengambil berbagai keputusan yang akurat.
Manajer
adalah apa yang dilakukan manajer, dan manajer tentu saja melakukan banyak hal
yang berbeda. Begitu banyak dalam kenyataan, sehingga berbagai peranan dan kegiatan
yang diuraikan hanya merupakan sbagian saja untuk melengkapi pengertian
manajer.
Berikut adalah berbagai kegiatan
dan peranan yang dilakukan manajer dari sisi pandang lain.
Kegiatan-Kegiatan yang Dilakukan
Manajer
Pada
dasarnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh para manajer dapat
diklasifikasikan kedalam 4 kelompok, yaitu :
a.
Pribadi
b.
Teknis
c.
Administratif
d.
Interaksional
Kegiatan-kegiatan
ini berhubungan dengan fungsi-fungsi manajerial.
Kegiatan-
kegiatan yang dilaksanakan manajer
|
Peranan-Peranan
Manajer
Henry Mintzberg telah melakukan
penelitian tentang berbagai macam pekerjaan manajerial, dan membuat sintesa
hasil studi empirisnya mengenai peranan-peranan manajerial.Dia menemukan bahwa
tidak ada pertentangan antara pendekatan fungsional dan pendekatan kegiatan,
tetapi keduanya saling melengkapi.Mintzberg mengelompokkan perilaku-perilaku
manjerial menjadi 3 bidang peranan,yaitu :
a)
Pribadi
b) Informasional
c)
Pembuatan Keputusan
|
![]() |
Peranan-peranan
yang dimainkan manajer
Bagaimana
Manajer Menggunakan Waktunya
Hampir semua manajer mempergunakan
usaha, waktu, dan energy untuk melakukan interaksi dengan orang lain, baik dari
dalam maupun dari luar organisasi, yang mencakup supplier, langganan, pimpinan
serikat buruh, atasan, bawahan, pegawai pemerintahan, kawan, dan pemuka
masyarakat.
|
Fungsi
|
% dari hari kerja
|
Fungsi
|
% dari hari kerja
|
|
Pengawasan
Perencanaan
Pengkoordinasian
Penilaian
|
28,4
19,5
15,0
12,7
|
Penyelidikan
Perundingan
Penyusunan kepegawaian
Perwakilan
|
12,6
6,0
4,1
1,8
|
Persentase
hari kerja yang dipergunakan manajer pada berbagai macam tugas.
![]() |
Bagaimana manajer mempergunakan waktu mereka untuk
kegiatan-kegiatan apa yang diikuti
Keterampilan- Keterampilan Manajerial
Mahoney dan kawan-kawan juga meneliti perbedaan
penggunaan waktu dari tingkatan manajemen yang berbeda pula
% dari
waktu manajerial total
Kegiatan semua rendah menengah tinggi
Manajerial manajer
|
Perencanaan
|
|
||||||
|
Penyelidikan
|
![]() |
||||||
|
Pengkoordinasian
|
|
||||||
|
Penilaian
|
![]() |
||||||
|
Pengawasan
|
![]() |
||||||
|
Perundingan
|
|
||||||
|
Lain-lain
|
|
Bagaimana
manajer-manajer pada tingkatan manajemen yang berbeda penggunaan waktunya.
I.
Keterampilan Konseptual
(conceptual skills)
Adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan dan
mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.Ini mencakup
kemampuan manajer untuk melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan dan
memahami hubungan antara bagian yang saling bergantung, serta mendapatkan,
menganalisa, dan menginterprestasikan informasi yang diterima dari
bermacam-macam sumber.
II.
Keterampilan Kemanusiaan (human
skills)
Adalah kemampuan untuk bekerja dengan
memahami, dan memotivasi orang lain, baik sebagai individu ataupun
kelompok.Manajer membutuhkan keterampilan ini agar dapat memperoleh partisipasi
dan mengarahkan kelompoknya dalam pencapaian tujuan.
III.
Keterampilan administratif
(administrative skills)
Adalah seluruh keterampilan yang berkaitan
dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian dan
pengawasan.Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk mengikuti kebijaksanaan
dan prosedur, mengelola dengan anggaran terbatas, dan sebagainya.Keterampilan
administrative adalah suatu perluasan dari keterampilan konseptual.Manajer
melaksanakan keputusan-keputusan melalui penggunaan keterampilan
administrative.
IV.
Keterampilan teknik (tehnical
skills)
Adalah kemapuan untuk menggunakan
peralatan-peralatan, prosedur-prosedur, atau teknik-teknik dari suatu bidang
tertentu.
Keterampilan mana yang relative lebih penting
tergantung pada tipe organisasi, tingkatan manajerial dan fungsi yang sedang
dilaksanakan.Setiap keterampilan harus dimiliki oleh setiap manajer, hanya
untuk tingkatan manajemen yang berbeda akan berbeda pula proposisi
masing-masing kebutuhan atas keterampilan-keterampilan tersebut.
Bila
digabungkan antara penelitian Mahoney dan kawan-kawannya dengan pendapat Katz
dan Mintzberg ada persamaan pandangan dan pendapat, dimana pengawasan yang
melibatkan banyak keterampilan kemanusiaan dan teknik merupakan kegiatan
dominan bagi manajemen tingkat menengah dan bawah.Sedangkan perencanaan, yang
memerlukan keterampilan konseptual, merupakan kegiatan dominan bagi manajemen
puncak.
mananajemen manajemen manajemen
tingkat
bawah menengah puncak
![]() |
|||||
![]() |
![]() |
||||
Keterampilan
konseptual
Keterampilan-keterampilan manajerial pada
tingkatan- tingkatan manajerial yang berbeda
PERTANYAAN
1.
Bagaimanakah menjadi seorang
manajer yang ahli dibidangnya dan cara memecahkan masalah oleh seorang manajer?
2.
Apakah yang dimaksud kepala
subdivisi dan apakah sajakah tugas-tugas yang dilaksanakannya?
3.
Apakah sisi positif dan
negatifnya menjadi seorang manajemen administrative?
4.
Bagaimanakah pendapat kalian
tentang activities aporoach?
5.
Jelaskan apa saja
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manajer?













