Thursday, September 12, 2013

MANAJEMEN DAN MANAJER

MANAJEMEN DAN MANAJER

          Secara umum ”manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya.Seperti halnya manajemen dapat diketemukan disemua organisasi manusia, manajer ada dalam semua tipe organisasi.Ada banyak tipe manajer dengan tugas – tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.
       
Manajer dapat diklasifikasikan dengan 2 cara yaitu:
1.    Menurut tingkatan mereka dalam organisasi rendah,menengah, dan tinggi.
2.   Menurut kegiatan – kegiatan organisasi untuk mana mereka bertanggung jawab­ manajer umum dan fungsional.





TINGKATAN MANAJEMEN

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi 3 golongan yang berbeda:
1)   Manajer Lini – pertama
Manajer Lini – pertama adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional.Para manajer sering disebut kepala atau pemimpin  (leader), mandor (foremen), penyelia (supervisors).

2)  Manajer Menengah
Manajer Menengah adalah manajemen yang dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi.Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.Sebutan lain bagi para manajer menengah adalah manajer departemen, kepala pengawas (superintendents), dan sebagainya.



3)  Manajer Puncak
Manajer Puncak adalah tingkatan manajemen yang paling tinggi.Dimana klasifikasinya manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksklusif.Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi.Sebutan khas bagi para manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior, dan sebagainya.
Trapezoid: Manajemen Puncak


Manajemen Menengah

Manajemen Lini - Pertama


Karyawan Operasional

Tingkatan-tingkatan manajemen dalam suatu organisasi dapat digambarkan berikut ini,
Sebutan-sebutan
Presiden, direktur, wakil direktur,
Sekretaris perusahaan,kepala
Perwakilan, dan sebagainya.
Manajer-manajer
Kepala departemen,manajer
Cabang, kepala pengawas, dan
Sebagainya.
Manajer Umum
Penyelia-mandor, pemimpin
Karyawan Operasional
Tenaga penjualan, pembukuan,
Operasional, dan karyawan
lainnya
        Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan.Ada 2 fungsi utama manajemen,yaitu:
·        Manajemen administratif
Manajemen administratif lebih berurusan dengan penetapan tujuan dan kemudian perencanaan, penyusunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan.

·        Manajemen operatif
Manajemen operatif lebih mencakup kegiatan memotivasi, supervise, dan komunikasi dengan karyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasil-hasil secara efektif.

Pada tingkatan manajemen rendah, para manajer akan  banyak melaksanakan fungsi manajemen operatif.Semakin tinggi tingkatannya, mereka menjadi lebih terlibat dengan manajemen administratif.




Tentu saja tidak ada posisi manajemen yang hanya melaksanakan salah satu, operatif atau administratif; semua tingkatan mempunyai kedua unsure tersebut.Gambar berikut menunjukkan perbedaan antara kedua tipe manajemen tersebut.


MANAJEMEN ADMINISTRATIF
Penentuan tujuan, perencanaan,
Pengorganisasian, penyusunan
Personalia, dan pengawasan.



                                   MANAJEMEN OPERATIF
Pengarahan dengan
memotivasi, supervisi, dan
Komunikasi.
 
Manajer Puncak



Manajer Menengah




Manajer Lini-pertama

Perbedaan Manajer Administratif dan Operasi dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen



MANAJER-MANAJER FUNGSIONAL DAN UMUM


Atas dasar ruang lingkup yang dikelola, para manajer dapat pula diklasifikasikan sebagai manajer fungsional atau manajer umum.
                   I.        Manajer fungsional
Manajer fungsional adalah manajer yang hanya mempunyai tanggung jawab hanya untuk satu kegiatan organisasi.Seperti produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaia (personalia), atau akuntansi.Kegiatan-kegiatan dari fungsi-fungsi lainnya ada dibawah tanggung jawab manajer-manajer fungsional lainnya.

                II.        Manajer umum
Manajer umum adalah manajer yang bertugas pada manajemen yang lebih tinggi.Dimana manajer umum dertanggung jawab untuk mengawasi, mengatur, dan juga bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja.



Manajer divisi

 
                                                          Manajer Umum
                                                                      Mengelola beberapa
                                                                      Bagian fungsional
                              
Manajer keuangan

 
Manajer penelitian & pengembangan
 
Manajer Produksi
 
Manajer Personalia
 
Manajer Pemasaran
 
                                                                                                   
Manajer-manajer fungsional mengelola hanya satu fungsi


 



Hubungan antara manajer fungsional dan umum






FUNGSI-FUNGSI YANG DILAKSANAKAN MANAJER

Manajemen dapat berarti pencapaian tujuan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu, tetapi dalam hal ini belum ada persamaan pendapat dari para ahli manajemen tentang apa fungsi-fungsi itu.Salah satu klasifikasi yang paling awal dari fungsi-fungsi manajerial dibuat oleh Henry Fayol, yang manyatakan bahwa perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pemberian perintah dan pengawasan adalah fungsi-fungsi utama.














BAGAN











        Dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan yang tercermin pada fungsi-fungsi planning, organizing, dan controlling.Sedangkan fungsi-fungsi lainnya merupakan cara penyebutan yang berbada tetapi mengandung isi yang sama, dimana pada dasarnya adalah fungsi staffing, directing atau leading.


Dalam hal ini akan dibahas secara terperinci 5 fungsi menurut penulis paling penting yaitu planning, organizing, staffing, leading, dan controlling kegiatan-kegiatan organisasi.

PERENCANAAN
        Rencana-rencana dibutuhkan untuk memberikan kepada organisasi tujuan-tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik untuk pencapaian tujuan-tujuan tersebut.Disamping itu, rencana memungkinkan :
1.    Organisasi bisa memperoleh dan mengikat sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan.
2.   Para anggota organisasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang konsisten dengan berbagai tujuan dan prosedur terpilih, dan
3.   Kemajuan dapat terus dimonitor dan diukur, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat kemajuan tidak memuaskan.

Perencanaan (planning) adalah
-      Pemilihan atau pencapaian tujuan-tujuan organisasi

-      Penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, metoda, system, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.


Dimulai dari karya Frederick W Taylor pada akhir tahuan 1800-an, ada kecenderungan untuk mengalihkan fungsi perencanaan dari karyawan operasi ke para manajer.Walaupun perencanaan tidak sepenuhnya oleh kegiatan-kegiatan karyawan, hal ini merupakan suatu bagian yang terpadu (integral) dari jabatan manajer.Pada dasarnya perencanaan kreatif merupakan pekerjaan penentuan faktor-faktor, kekuatan, pengaruh, dan hubungan-hubungan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.Semua fungsi lainnya sangat tergantung pada fungsi ini, dimana fungsi lain tidak akan berhasil tanpa perencanaan dan pembuatan keputusan yang tepat, cermat, dan kontinyu.Tapi sebaliknya perencanaan yang baik tergantung pelaksanaan efektif fungsi-fungsi lain.


PENGORGANISASIAN

        Setelah para manajer menetapkan tujuan-tujuan dan menyusun rencana atau program-program untuk mencapainya, maka mereka perlu merancang dan mengembangkan suatu organisasi yang akan dapat melaksanakan berbagai program tersebut secara sukses.
pengorganisasian (organizing) adalah
-      penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegian yang di butuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
-      Perencangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat “membawa” hal-hal tersebut ke arah tujuan.
-      Penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian.
-      Pendelegasian wewenang yang di perlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya.Fungsi ini menciptakan struktur formal diman pekerjaan ditetapkan, dibagi dan dikoordinasikan.
Manajer perlu mempunyai kemampuan untuk mengembangkan (dan kemudian memimpin) tipe organisasi yang sesuai dengan tujuan, rencana dan program yang telah ditetapkan.Perbedaan tujuan akan membutuhkan jenis organisasi yang berbeda pula.

PENYUSUNAN PERSONALIA

        Penyusunan personalia (staffing) adalah penarikan (recruitment), latihan dan pengembangan, serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif.Dalam pelaksanaan fungsi ini, manajemen menentukan persyaratan-persyaratan mental, fisik, dan emosional untuk posisi-posisi jabatan yang ada melalui analisa jabatan, deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan dan kemudian menarik karyawan yang di perlukan dengan karakteristik-karakteristik dengan personalia tertentu, seperti keahlian, pendidikan, umur, latihan, dan pengalaman.fungsi ini mencakup kegiatan-kegiatan seperti pembuatan system penggajaian untuk pelaksanaan kerja yang efektif;penilaian karyawan untuk promosi, transfer atau bahkan demosi dan pemecatan; serta latihan dan pengembangan karyawan.
        Beberapa literatur manajemen memasukkan fungsi staffing sebagai fungsi organizing. Ada juga yang menempatkan staffing sebagai hal yang terpisah dari fungsi manejemen dan memperlakukannya sebagai fungsi kepemimpinan (leadership). Fungsi staffing terpisah sebagai salah satu fungsi manajemen,karena penulis memandang bahwa perkembangan dunia bisnis (dimana sumber daya manusia merupakan kunci sukses perusahaan) menyebabkan fungsi tersebut menjadi semakin penting.Tetapi selanjutnya, fungsi ini ditempatkan pada satu bagian dengan fungsi pengorganisasian untuk menekankan bahwa sebenarnya jedua fungsi tersebut, saling berkaitan erat antara pengorganisasian merancang “wadahnya” dan fungsinya staffing memberikan “isinya”.



PENGARAHAN

        Sesudah rencana dibuat, organisasi dibentuk dan disusun personalianya, langkah berikutnya adalah penugasan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan.Fungsi pengarahan (leading), secara sederhana, adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan, dan harus mereka lakukan.Fungsi ini melibatkan kualitas, gaya, dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan-kegiatan kepemimpinan serta komunikasi, motivasi, dan disiplin. Fungsi leading sering di sebut dengan  bermacam-macam nama, antara lain leading, directing, motivating, actuating atau lainnya.
        Bila fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak prose manajemen, kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi .




PENGAWASAN

        Semua fungsi terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi pengawasan (controlling), atau sekarang banyak digunakan istilah pengendalian.Pengawasan (controlling) adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan.Hal ini dapat positif dan negatif. Pengawasan mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi positifdicapai dengan efisien dan efektif.Pengawasan negative mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau dibutuhkan tidak terjadi atau terjadi kembali.
Fungsi pengawasan pada dasarnya mencakup 4 unsur, yaitu :
1)   Penetapan standar pelaksanaan.
2)  Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan.
3)  Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan.
4)  Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar.


Hubungan diantara fungsi-fungsi manajemen
5. Pengawasan
Penetapan standar, pengukuran pelaksanaan, dan pengambilan tindakan korektif.




 
1.    Perencanaan
Pemilihan dan penentuan tujuan organisasi, dan penyusunan strategi, kebijaksanaan, program, dan lain-lain.
 
2. Pengorganisasian
Penentuan  sumber daya & kegiatan yang dibutuhkan, menyusun organisasi atau kelompok kerja, penugasan wewenang dan tanggung jawab serta koordinasi.
 
3.Penyusunan personalia
Seleksi, latihan, pengembangan, penempatan, dan orientasi karyawan.
 











                                                                      

 


                 

 


Hubungan antara fungsi-fungsi manajemen dan tipe-tipe manajemen menurut fungsi-fungsi organisasi
BAGAN










Semua fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasikan, walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi, jabatan-jabatan fungsional, dan tingkatan manajemen yang berbeda.Satu atau lebih fungsi mungkin lebih ditekankan daripada fungsi-fungsi lain dengan adanya perbedaan tingkatan manajemen.
KEGIATAN-KEGIATAN MANAJER

        Yang dikerjakan manajer adalah membuat rencana, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi kegiatan-kegiatan organisasi.Dan fungsi-fungsi ini dilakukan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang saling tergantung, saling berinteraksi dan saling berhubungan, dari penetapan tujuan sampai pengawasan.

Pendekatan kegiatan

        Dalam praktek manajemen, sering dijumpai para manajer professional mengalami kesulitan untuk memahami hubungan antara apa yang disebut fungsi-fungsi manajerial dengan yang senyatanya mereka kerjakan.Disamping itu, manajer-manajer sering menyatakan bahwa mereka mempergunakan sebagian besar waktunya untuk menghadiri rapat, bicara dengan telepon, menulis atau membaca memo-memo, menemui tamu, dan sebagainya.Kegiatan-kegiatan tersebut, bukanlah fungsi-fungsi manajerial tetapi merupakan sarana-sarana (means) melalui mana fungsi-fungsi manajerial dilaksanakan. Pendekatan fungsional memberikan cara yang paling logic untuk membahas manajemen, tetapi tidak cukup membantu dalam pembahasan apa yang sebenarnya dilakukan oleh manajer.Oleh sebab itu, pendekatan kegiatan akan sangat membantu mengembangkan pengajaran dan praktek manajemen. Banyak studi yang telah dilakukan untuk meneliti apa yang sesungguhnya dikerjakan para manajer dan bagaimana mereka menggunakan waktunya.

Apa yang Dilakukan Manajer

        Manajemen adalah perencana, pengorganisasian, pemimpin atau pengarah, dan pengawas.Dalm kenyataannya, setiap manajer mengambil peranan yang lebih luas untuk menggerakkan organisasi menuju sasaran- sasaran yang telah ditetapkan.Agar konsep tentang manajer menjadi lebih jelas, berikut ini akan dijelaskan secara terperinci apa tugas-tugas penting yang dilaksanakan manajer :
1.    Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
Istilah “orang” mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi langganan, penyedia, konsumen, pengurus serikat karyawan, pejabat dan karyawan-karyawan kantor pemerintah, dan sebagainya.
2.   Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
Setiap manjer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah, dan kebutuhan organisasional yang semua ini bersaing untuk memperebutkan sumber daya- sumber daya organisasi (manusia, material, atau bahkan wwaktu manajer).Karena berbagai sumber daya tersebut sellalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan di antara berbagai tujuan dan kbutuhan organisasional.

3.   Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.
Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan- pekerjaan tertentu secara sukses.Mereka biasanya dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus diselesaikan.Manajer juga bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan para bawahannya adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.

4.   Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.
Untuk menjadi pemikir yang analitis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut.Kemudian mencari penyelesaian yang layak dan akurat.Dan yang paling penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual yang mampu memandang keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.

5.   Manajer adalah seorang mediator.
Organisasi yang terdiri dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan.Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurunkan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi.Kejadian-kejadian ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).

6.   Manajer adalah seorang politisi.
Seperti yang dilakukan politisi dalam mengkampanyekan program-programnya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baik untuk mendapatkan dukungan-dukungan atas kegiatan- kegiatan atau usulan- usulan atau keputusan- keputusannya. Setiap manajer yang efektif “memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerja sama timbal balik dengan para manajer lain dalam organisasi.

7.   Manajer adalah seorang diplomat.
Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil (repesentatif) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional.manajer juga mungkiin mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat pemerintah, atau personalia organisasi lainnya.

8.   Manajer mengambil kputusan-keputusan yang sulit
Organisasi selalu menghadapi banyak masalah, misalnya kesulitan financial, masalah personalia, dan sebagainya. Manajer adalah orang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil berbagai keputusan yang akurat.

Manajer adalah apa yang dilakukan manajer, dan manajer tentu saja melakukan banyak hal yang berbeda. Begitu banyak dalam kenyataan, sehingga berbagai peranan dan kegiatan yang diuraikan hanya merupakan sbagian saja untuk melengkapi pengertian manajer.

Berikut adalah berbagai kegiatan dan peranan yang dilakukan manajer dari sisi pandang lain.

Kegiatan-Kegiatan yang Dilakukan Manajer
        Pada dasarnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh para manajer dapat diklasifikasikan kedalam 4 kelompok, yaitu :
a.   Pribadi
b.   Teknis
c.   Administratif
d.   Interaksional
Kegiatan-kegiatan ini berhubungan dengan fungsi-fungsi manajerial.

Kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan manajer
 












       
                Kegiatan Pribadi
                                Pengaturan waktu
Pengembangan karier pribadi
Keterlibatan dengan kehidupannya sendiri

 
 



Peranan-Peranan Manajer
        Henry Mintzberg telah melakukan penelitian tentang berbagai macam pekerjaan manajerial, dan membuat sintesa hasil studi empirisnya mengenai peranan-peranan manajerial.Dia menemukan bahwa tidak ada pertentangan antara pendekatan fungsional dan pendekatan kegiatan, tetapi keduanya saling melengkapi.Mintzberg mengelompokkan perilaku-perilaku manjerial menjadi 3 bidang peranan,yaitu :
a)   Pribadi
b)  Informasional
c)   Pembuatan Keputusan
wewenang dan         +           Karakteristik dan
status formal                      keterampilan pribadi
Peranan antar pribadi
-          Pemuka simbolis
Misal: menerima dan menjamu tamu, menghadiri perkawinan karyawan.
-          Pemimpin
Misal: Mengatur, mendidik, memimpin, memberikan motivasi kepada bawahan.
-          Perantara
Misal: berhubungan dengan pihak luar.
 
 








                                                                     
Peranan-peranan yang dimainkan manajer
Bagaimana Manajer Menggunakan Waktunya
        Hampir semua manajer mempergunakan usaha, waktu, dan energy untuk melakukan interaksi dengan orang lain, baik dari dalam maupun dari luar organisasi, yang mencakup supplier, langganan, pimpinan serikat buruh, atasan, bawahan, pegawai pemerintahan, kawan, dan pemuka masyarakat.


Fungsi
% dari hari kerja
Fungsi
% dari hari kerja
Pengawasan
Perencanaan
Pengkoordinasian
Penilaian
28,4
19,5
15,0
12,7
Penyelidikan
Perundingan
Penyusunan kepegawaian
Perwakilan
12,6
6,0
4,1
1,8
Persentase hari kerja yang dipergunakan manajer pada berbagai macam tugas.

 








Bagaimana manajer mempergunakan waktu mereka untuk kegiatan-kegiatan apa yang diikuti
Keterampilan- Keterampilan Manajerial
Mahoney dan kawan-kawan juga meneliti perbedaan penggunaan waktu dari tingkatan manajemen yang berbeda pula


% dari waktu manajerial total
Yang digunakan setiap kegiatan manajerial
Tingkatan Manajemen Dalam Organisasi

Kegiatan                 semua                    rendah                          menengah                tinggi
Manajerial              manajer
Perencanaan

28
6
8
8
22
3

25
 
18
8
7
5
36
8


18
 
15
8
5
2

51
6

15
 
19
Penyelidikan

13
Pengkoordinasian

15
Penilaian

13

Pengawasan

28
Perundingan

6

Lain-lain
6


Bagaimana manajer-manajer pada tingkatan manajemen yang berbeda penggunaan waktunya.

I.           Keterampilan Konseptual (conceptual skills)
Adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.Ini mencakup kemampuan manajer untuk melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan dan memahami hubungan antara bagian yang saling bergantung, serta mendapatkan, menganalisa, dan menginterprestasikan informasi yang diterima dari bermacam-macam sumber.


II.        Keterampilan Kemanusiaan (human skills)
Adalah kemampuan untuk bekerja dengan memahami, dan memotivasi orang lain, baik sebagai individu ataupun kelompok.Manajer membutuhkan keterampilan ini agar dapat memperoleh partisipasi dan mengarahkan kelompoknya dalam pencapaian tujuan.

III.     Keterampilan administratif (administrative skills)
Adalah seluruh keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian dan pengawasan.Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk mengikuti kebijaksanaan dan prosedur, mengelola dengan anggaran terbatas, dan sebagainya.Keterampilan administrative adalah suatu perluasan dari keterampilan konseptual.Manajer melaksanakan keputusan-keputusan melalui penggunaan keterampilan administrative.

IV.       Keterampilan teknik (tehnical skills)
Adalah kemapuan untuk menggunakan peralatan-peralatan, prosedur-prosedur, atau teknik-teknik dari suatu bidang tertentu.

Keterampilan mana yang relative lebih penting tergantung pada tipe organisasi, tingkatan manajerial dan fungsi yang sedang dilaksanakan.Setiap keterampilan harus dimiliki oleh setiap manajer, hanya untuk tingkatan manajemen yang berbeda akan berbeda pula proposisi masing-masing kebutuhan atas keterampilan-keterampilan tersebut.


       
Bila digabungkan antara penelitian Mahoney dan kawan-kawannya dengan pendapat Katz dan Mintzberg ada persamaan pandangan dan pendapat, dimana pengawasan yang melibatkan banyak keterampilan kemanusiaan dan teknik merupakan kegiatan dominan bagi manajemen tingkat menengah dan bawah.Sedangkan perencanaan, yang memerlukan keterampilan konseptual, merupakan kegiatan dominan bagi manajemen puncak.




mananajemen               manajemen                      manajemen
tingkat bawah               menengah                        puncak
 










Keterangan :
                                                Keterampilan konseptual
                                       
                                                Keterampilan kemanusiaan 
                                               
                                                Keterampilan administrative
                                               
                                                Keterampilan teknik

Keterampilan-keterampilan manajerial pada tingkatan- tingkatan manajerial yang berbeda
PERTANYAAN

1.    Bagaimanakah menjadi seorang manajer yang ahli dibidangnya dan cara memecahkan masalah oleh seorang manajer?
2.   Apakah yang dimaksud kepala subdivisi dan apakah sajakah tugas-tugas yang dilaksanakannya?
3.   Apakah sisi positif dan negatifnya menjadi seorang manajemen administrative?
4.   Bagaimanakah pendapat kalian tentang activities aporoach?

5.   Jelaskan apa saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manajer?

No comments:

Post a Comment